Uang Pungutan Premium Dan Solar Rawan Korupsi Karena Aturannya Tak Jelas

Jumat, 25 Desember 2015 - 19:30
BBM

Pemerintah pada Rabu (23/12/2015) mengumumkan penurunan harga BBM, namun pemerintah juga berencana memungut dana ketahanan energi dari setiap liter bahan bakar minyak (BBM). Marwan Batubara, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRESS), menyoroti masalah ini. Ia menuturkan jika pemerintah harus menjelaskan secara detail mengenai rencana pungutan Dana Ketahanan Energi. Ia mengatakan masih banyak ketidakjelasan mengenai hal ini.

"Aturan mainnya harus jelas dulu, sebab kalau tata kelola tidak jelas, rawan terjadi KKN (korupsi kolusi nepotisme)," kata Marwan.


Marwan juga mendesak agar tata kelola dana pungutan harus benar-benar transparan, mulai dari mekanisme pemungutan, penyimpanan, penggunaan, hingga pengawasannya.

"'Pemerintah bisa mencontoh penerapan skema Dana Ketahanan Energi di beberapa negara lain,"' ucapnya.

Kementerian ESDM mengestimasi Dana Ketahanan Energi yang bisa dikumpulkan per tahun berkisar Rp 15 triliun. Itu berasal dari pungutan Rp 300 per liter untuk solar yang konsumsinya tahun depan diperkirakan 16 juta kiloliter, serta Rp 200 per liter untuk premium dan bahan bakar tertentu lainnya yang konsumsinya diperkirakan 51 juta kiloliter.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA