Usai Kasus Merebak, Bantah Keras Puty Perwakilan Kaltim

Sabtu, 12 Desember 2015 - 21:18
Puty Revita

Puty Revita ditangkap bersama dengan Nikita Mirzani atas kasus PSK artis, Puty Revita merupakan finalis Miss Indonesia tahun 2014, waktu itu Puty mengaku mewakili Proponsi Kaltim. Usai kasusnya merebak akhir-akhir ini, Dispar (Dinas Pariwisata) Kaltim membantah jika Puty merupakan wakil propinsinya. HM Aswin, Kepala Dispar Kaltim, menegaskan jika Kaltim tak pernah mengirimkan perwakilannya pada tahun tersebut.

"Dia (Puty Revita pakai nama Kaltim kah di ajang itu (Miss Indonesia)? Waduh, bikin malu saja," kata Aswin.


Puty diduga hanya mendompleng nama Kaltim untuk bisa mengikuti ajang nasional tersebut.

"Saya protes keras, kok bisa mengatasnamakan Kaltim. Saya sendiri tidak pernah mendengar nama Puty Revita," ungkap Aswin.

Aswin menuturkan jika baru resmi mengirim putri terbaik Kaltim di ajang pemilihan Putri Indonesia tahun depan.

"Rencananya tahun depan kita mau kirim yang dari Balikpapan. Karena kita sudah tahu kualitasnya, moralnya dan wawasannya. Selain itu kita tidak pernah kirim," tegasnya.

Sebelumnya, kata Aswin, dirinya juga sempat memprotes keras ajang pemilihan Putri Pariwisata nasional.

Dalam ajang tersebut ada perwakilan dari Kaltim, tanpa sepengetahuan Dinas Pariwisata.

"Yang asal memasukkan nama Kaltim saja kita protes keras. Apalagi pada akhirnya sampai bikin malu nama daerah seperti ini," sesal Aswin.

Diketahui, foto Puty Revita mengenakan selempang Provinsi Kaltim di ajang pemilihan Miss Indonesia, kini ramai bertebaran di media sosial.

Hal ini lantaran Puty Revita diduga terlibat prostitusi artis.

"Masuk tv juga? Pakai selempang Kaltim? Ya ampun. Bikin malu sekali," ucap Aswin begitu tahu, kasus ini ramai menghiasi pemberitaan di berbagai media.

Aswin pun menegaskan, tidak boleh ada lagi yang mengatasnamakan perwakilan Kaltim di ajang pemilihan nasional, tanpa seizin resmi dari pemerintah daerah.

"Tidak boleh lagi ada yang pakai-pakai nama Kaltim. Sebab kita tidak tahu kualitas dan moralitasnya. Kalau sudah seperti ini kan daerah yang dibuat malu," tutur Aswin.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA