Wayan Mirna, Wanita Yang Kejang Usai Minum Kopi, Diduga Sengaja Dibunuh

Minggu, 10 Januari 2016 - 18:21
Wayan Mirna

Kematian wanita cantik bernama Wayan Mirna Salihin memang misterius, ia tiba-tiba kejang usai minum satu sedotan kopi Vietnam di sebuah kafe. Mirna kemudian pingsan dan akhirnya tewas, Mirna tak memiliki riwayat penyakit ayan ataupun stroke. Diduga jika wanita ini dibunuh seseorang.

Untuk mengungkap kematiannya, polisi menjemput jenazah Mirna ke rumah duka Dharmais dan membawanya ke RS Polri Kramat Djati, Sabtu (9/1/2016) malam.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti mendatangi rumah duka bersama Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak serta Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan.

Krishna dan Musyafak datang sekitar pukul 21.30. Keduanya datang sama-sama mengenakan jaket hitam. Mereka lekas berbicara dengan keluarga di salah satu meja. Sementara pelayat terus berdatangan. Sedangkan polisi-polisi muda dan anggota berdiri di luar ruang duka. Pihak keluarga tak memperbolehkan wartawan mengambil gambar dari dekat.

Selanjutnya pembicaraan baru selesai pukul 23.00. Kemudian Musyafak mengontak RS Polri Kramat Djati dan meminta ambulance dikirim segera. Sekitar 15 menit kemudian ambulance tiba dan masuk sampai depan pintu ruang duka. Peti jenazah berwarna putih itu kemudian digotong keluar dan dinaikkan ke dalam ambulance.

Ambulance kemudian dikawal dengan iring-iringan mobil polisi menuju RS Polri Kramat Djati. Krishna mengatakan, pihaknya menduga ada tindak pidana di kasus kematian Mirna.

"Dugaannya ada (tindak pidana-red)," kata Krishna, sesaat sebelum jenazah dibawa ke RS Polri Kramat Djati.

Krishna mengungkapkan, dugaan tersebut muncul setelah polisi memeriksa saksi kunci.

"Dari keterangan salah satu saksi, mungkin kematian korban tidak wajar," ujar Krishna.

Makanya, kata Krishna, untuk mengetahui itu lebih jelas dan pasti, pihaknya meminta keluarga untuk mengijinkan dilakukannya autopsi.

"Tadi kami bilang kepada keluarga bahwa kami menduga ada tindak pidana. Tapi apabila tak diautopsi, maka kasus kami tutup. Lalu keluarga setuju," ujar Krishna.

"Sehabis autopsi, jenazah akan segera dibawa kembali kesini," kata Krishna. Sebab jenazah akan dimakamkan pada Minggu (10/1/2016).







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA