Yusri Mengaku Anaknya Takut Sekolah Karena Makian Ahok

Rabu, 23 Desember 2015 - 19:53
Yusri Isnaeni

Yusri Isnaeni (32), ibu muda ini kesal terhadap Ahok yang memaki dirinya di Balaikota, Jakarta terkait masalah KJP. Saat itu, Ahok menuduh Yusri sebagai maling lantaran mencairkan dana KJP dalam bentuk uang tunai. Yusri oun mengaku jika dirinya sekarang menanggung rasa malu karena peristiwa tersebut. Ia dicemooh para tetangga, bahkan putri keduanya yang bernama Anggun yang duduk di kelas 3 SD Al Khoiriyah, Koja, Jakarta Utara, juga merasakan hal yang sama.

"Ya anak-anak sekarang sudah nonton TV. Mungkin dikasih tahu sama orang tuanya juga kan. Anak saya jadi korban jadinya. Malu juga dia," kata Yusri

Bahkan menurut Yusri, putrinya enggan masuk sekolah lantaran malu, ia juga menajdi pendiam. Yusri pun sempat mendatangi ke sekolah Anggun untuk menjelaskan peristiwa sebenarnya ke guru-guru di sekolah dan teman-teman anaknya.

"Dari sebelum libur dia (A) sudah enggak mau masuk sekolah. Dicemooh teman-temannya. Belum lagi teman mainnya di rumah. Saya sih sudah ke sekolahnya juga buat jelasin ke guru-guru di sekolah sama teman-temannya," beber janda anak dua itu.


Yusri kembali menuntut pertanggungjawaban Ahok lantaran dampak makian juga diterima anaknya.

"Ya lanjut saja pokoknya kasusnya. Saya mau dia (Ahok) turun langsung minta maaf ke saya dan anak saya," tutup Yusri.

Ahok membeberkan alasan terkait sebutan maling kepada Yusri Isnaeni, ibu muda dari Koja, Jakarta Utara, yang menanyakan soal Kartu Jakarta Pintar (KJP). Saat itu Yusri mengadu ke Ahok lantaran dipotong 10 persen saat mencairkan dana KJP milik anaknya.

Padahal sesuai peraturan, uang KJP tidak bisa dicairkan dalam bentuk tunai. Dana bantuan itu hanya bisa digunakan untuk kebutuhan sekolah anak di tempat-tempat yang telah disediakan.

"Saya juga marah-marah, enak saja dia mengambil uang kita, itu pelanggaran. Kalau kamu mengambil uang kontan itu pelanggaran, terus kamu menggunakan KJP anakmu itu pelanggaran, jelas. Makanya saya bilang mencuri (maling) uang," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Ahok tidak ingin dana KJP itu disalahgunakan karena kebijakan penggunaannya tidak bisa diuangkan secara tunai.

"Sebagai gubernur saya harus menjaga uang rakyat supaya tidak dicuri. Kalau Anda mau menguangkan, berarti Anda mengambil uang yang bukan hak Anda, itu mencuri," ucap dia.

Mantan Bupati Belitung Timur itu bahkan tak takut jika ketegasannya itu berdampak pada karier politiknya di DKI. Ia tak khawatir warga memusuhinya asalkan Jakarta tertata dengan baik dan terlepas dari praktik korupsi mulai dari hal yang paling kecil.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA