Generate file : /sitefiles/berantai/detail/habib-rizieq-bisa-ditahan-jika-memenuhi-hal-ini.htmlmasuk Habib Rizieq Bisa Ditahan Jika Memenuhi Hal ini

Habib Rizieq Bisa Ditahan Jika Memenuhi Hal ini

Senin, 09 Januari 2017 - 17:51
Habib Rizieq

Habib Rizieq, Imam Besar FPI ini dilaporkan beberapa kali untuk kasus yang berbeda. Sebelumnya ia pernah dilaporkan atas dugaan penghinaan Pancasila oleh Sukmawati, selanjutnya juga dilaporkan atas dugaan penistaan agama, dan terakhir adalah menyebarkan hasutan dan kebencian. Pihak Polda Metro Jaya kini mendalami dua perkara yaitudugaan penodaan agama dan kedua dugaan penyebaran berita bohong.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan jika kedua perkara sudah naik ke tahap penyidikan, penyidik tentu menahan Rizieq.


"Kalau ada fakta hukum yang bisa ditahan, kami tahan (Rizieq Shihab)," kata Argo di Polda Metro Jaya, Senin (9/1/2017).

Dalam mendalami kedua kasus, polisi akan melibatkan para ahli sebelum menentukan status Rizieq dalam gelar perkara.

"Kami undang untuk mengklarifikasi kejahatan itu. Ada ahli pidana, ahli ITE , ahli bahasa. Setelah itu baru kita lakukan gelar perkara," kata dia

Perkara dugaan menyebarkan hasutan dan kebencian serta menyampaikan berita bohong dilaporkan Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah pada Minggu (8/1/2017). Mereka mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang menyebut uang rupiah yang baru diterbitkan Bank Indonesia berlambang Partai Komunis Indonesia.

"Sudah ada pelapor melaporkan nantinya alurnya penyidik akan melakukan penyelidikan nanti kita akan melihat," katanya.

Sementara perkara dugaan penghinaan terhadap agama, antara lain dilaporkan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia. Selain melaporkan Rizieq, mereka juga mengadukan dua akun Twitter @sayasera dan akun Instagram bernama Ahmad Fauzi yang diduga menyebarkan video ceramah Rizieq. Dalam kedua perkara, polisi belum pernah memanggil Rizieq untuk dimintai keterangan.

"Nanti kita lihat sekarang kan masih melakukan penyelidikan," katanya.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA