Generate file : /sitefiles/berantai/detail/ini-surat-permohonan-maaf-oknum-guru-yang-singgung-ahok-dalam-soal-ujian.htmlmasuk Ini Surat Permohonan Maaf Oknum Guru Yang Singgung Ahok Dalam Soal Ujian

Ini Surat Permohonan Maaf Oknum Guru Yang Singgung Ahok Dalam Soal Ujian

Sabtu, 10 Desember 2016 - 14:22
Surat Jumanto

Jumanto, guru SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga ini membuat kehebohan lantaran meyinggung nama Ahok dan kasusnya dalam soal ujian akhir semester yang dibuatnya. Ia sudah ditegur, dan akhirnya meminta maaf melalui sebuah surat tulisan tangan.

Nama Ahok disinggung Jumanto dalam soal ujian akhir semester di SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah, yang dia buat. Tepatnya dalam soal ujian pada mata pelajaran tarikh atau sejarah perkembangan Islam untuk siswa kelas IX yang diujikan pada Jumat 2 Desember 2016 lalu.

Di soal ujian yang dibuat Jumanto itu, di pertanyaan nomor 48 tertulis:


"Siapakah nama calon Gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?"

Pada soal pilihan ganda itu tersedia empat pilihan jawaban: A. Paijo B. Ahik C. Ken Arok D. Basuki Candra (Ahok).



Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga yang mengetahui soal ujian akhir semester ini menyinggung Ahok sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Purbalingga Sukamto kemudian langsung merespons dengan melayangkan surat teguran kepada Jumanto.

Karena dapat surat teguran, Jumanto kemudian meminta maaf. Permintaan maafnya tersebut dia tulis dalam secarik kertas dengan tulisan tangan, Sabtu (10/12/2016).



Ada 4 poin yang disampaikan pria kelahiran Purbalingga 24 Agustus 1980 ini dalam suratnya:

1. Soal yang sudah saya buat di bank soal komputer sekolah hilang karena komputer rusak.
2. Karena dikejar deadline maka saya membuat soal dalam waktu yang singkat/mendesak dalam keadaan kecapekan sehingga kurang fokus dalam membuat soal tidak sesuai dengan teks yang ada di buku ajar.
3. Saya secara pribadi tidak ada niat bahwa naskah yang saya buat menimbulkan perbedaan pendapat sekarang ini.
4. Atas segala sesuatu yang saya kerjakan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan yang sama.

Jumanto menyatakan surat pernyataan itu dia buat dengan sebenar-benarnya tanpa ada paksaan dari pihak mana pun.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA