Generate file : /sitefiles/berantai/detail/polisi-bogor-lebih-memilih-untuk-mengawal-ibu-yang-mau-melahirkan-daripada-anies.htmlmasuk Polisi Bogor Lebih Memilih Untuk Mengawal Ibu Yang Mau Melahirkan Daripada Anies

Polisi Bogor Lebih Memilih Untuk Mengawal Ibu Yang Mau Melahirkan Daripada Anies

Minggu, 22 Oktober 2017 - 14:27
Anies

Kepolisian Resor Bogor lebih memilih memberikan pengawalan terobos one way untuk kendaraan berisi ibu hamil yang akan melahirkan ke Rumah Sakit daripada rombongan Gubernur DKI Anies Baswedan. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama mengatakan, pada saat jalur Puncak diberlakukan oneway, petugas melihat kendaraan warga Puncak membawa ibu hamil yang hendak melahirkan.

"Saat oneway di Puncak, tiba-tiba ada keluarga bawa ibu hamil yang akan melahirkan, anggota kami pun langsung membuka jalan dan memberi prioritas pengawalan melawan arus agar tiba di RSUD Ciawi," kata Hasby, Sabtu 21 Oktober 2017.


Kondisi arus lalu lintas Puncak sangat padat ditambah sedang diberlakukan oneway, petugas polisi yang bertugas mengawal dengan sepeda motor pun kesulitan untuk menembus antrian panjang kendaraan dari arah berlawanan.

"Namun prioritas pada ibu yang melahirkan segera sampai ke RSUD Ciawi," kata dia.

Kasat Lantas mengatakan, karena jalur puncak sangat padat terlebih lagi harus melawan arus, pihaknya pun menambah satu personil polisi bermotor mengawal keluarga itu menembus kemacetan.

"Akhirnya dua petugas kami yakni Bripka Geru dan Brigadir Ahmad Fauzi mengawal dengan menggunakan roda 2 untuk sampai ke RSUD Ciawi," kata Hasby.

Sesampainya di RSUD Ciawi, kedua petugas Lantas Polres Bogor pun ikut membopong ibu hamil untuk mendapat perawatan medis karena akan melahirkan. Ada beberapa kendaraan yang memang harus dikawal polisi agar bisa melawan arus saat puncak oneway, yakni kendaraan yang membawa orang sakit, ibu hamil yang akan melahirkan, dan kendaraan yang membawa jenazah.

"Jika ada kendaraan pribadi atau dinas yang tetap melawan arus jalur oneway, kita tidak akan memberikan pengawalan dan akan dikenakan sanksi tilang," kata dia.

Sebelumnya, iring-iringan rombongan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan, yang akan turun dari Gunung Mas Puncak, menerobos turun ke arah Jakarta dengan cara melawan arus pada saat jalur Puncak tengah diberlakukan oneway.
Acara tea walk yang digelar Pemprov DKI di Gunung Mas memang sempat menimbulkan kemacetan di Jalur Puncak karena tidak berkoordinasi dengan polisi. Akibatnya arus lalu lintas di jalur puncak macet total dan panjang hingga 10 kilometer, untuk membuka jalur agar kendaraan masih bisa tetap bergerak diterjunkan 200 personil polisi untuk mengatur arus lalu lintas.






Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA