Generate file : /sitefiles/berantai/detail/tragis-siswi-smp-jadi-korban-pencabulan-kakak-kandung-dan-ayah-tiri.htmlmasuk Tragis Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan Kakak Kandung Dan Ayah Tiri

Tragis Siswi SMP Jadi Korban Pencabulan Kakak Kandung Dan Ayah Tiri

Kamis, 14 April 2016 - 20:52
Ilustrasi Kriminal

Seorang siswi SMP bernama Melati (bukan nama sebenarnya) mengalami hal yang sangat tragis. Ia menjadi korban pencabulan kakak kandung dan ayah tirinya, dan hal ini dilakukan sejak Agustus 2015. Melati, gadis 13 tahun ini akhirnya melaporkan ke polisi lantaran sudah ta tahan lagi dengan kejahatan kakak dan ayah tirinya, Sutiyono.

Awalnya, warga Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu Yogyakarta itu melihat spanduk imbauan Babinkamtibmas tentang bahaya narkoba yang terpasang di Balai Pekon Yogyakarta lengkap dengan nomer teleponnya.

Korban kemudian menghubungi nomor tersebut untuk mengadukan nasibnya. Oleh petugas, Melati diarahkan melapor Mapolsek Gadingrejo.

Setelah menerima laporan dari Melari, polisi langsung gerak cepat dengan melakukan penyelidikan. Polisi lalu mendatangi kediaman pelaku dan menangkap kakak kandung Melati berinisial berinisial RS (17). Ayah tiri korban juga diamankan.

Kanit Reskrim Polsek Gadingrejo Aiptu Tajudin mengatakan, kakak korban ditangkap di kediamannya saat membuat kandang burung dari karton. Kedua pelaku ditangkap tanpa perlawanan.

"Polisi menyamar sebagai pembeli burung. Bapak tiri korban dikenal sebagai pedagang burung emprit di pasar," ujar Aiptu Tajudin, Rabu (13/4/2016).

Saat diperiksa polisi, ayah tiri korban mengakui semua perbuatannya. Bahkan, dia mengaku telah melakukan pencabulan pada korban sejak bulan Agustus 2015. Saat itu korban masih duduk di bangku Kelas 6 SD.

Sedangkan kakak kandung korban mengaku sudah tiga kali melakukan pencabulan pada adiknya. Perbuatan itu dilakukan saat korban masih duduk di bangku SD. Menurut kakak kandung korban, perbuatan itu dilakukan di kamar saat sedang tidur.

Selama ini, Melati dan kakak kandungnya yang tercatat sebagai siswa SMA swasta di Pringsewu memang tidur sekamar dengan korban di kediamannya.

Atas perbuatan bejat pelaku, Sutiyono akan dijerat dengan Pasal Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak 76 d junto Pasal 81 ayat 1 dan 3 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Sedangkan kakak kandung korban akan dikenakan Pasal UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak 76 d junto Pasal 81 Pasal ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.







Loading...
loading...
Loading...

BERITA LAINNYA